

Kain non-woven PP (polypropylene non-woven fabric) dikenal memiliki ketahanan kimia, ketahanan panas, isolasi listrik yang baik, serta kekuatan mekanik yang cukup tinggi. Material ini banyak digunakan pada produk medis dan kebersihan, furnitur rumah tangga, material penutup pertanian, serta aplikasi perlindungan industri. Kain non-woven PP memiliki titik leleh yang relatif rendah serta struktur yang ringan dan berongga. Oleh karena itu, proses ini membutuhkan ekstrusi suhu rendah serta unit kompaksi untuk feeding. Sistem pelletisasi single-screw dua tahap kami sangat cocok untuk menangani jenis material ini.
Kain non-woven PP bekas pertama-tama diproses melalui tahap pembersihan, penghancuran, dan pengeringan bila diperlukan. Material yang telah disiapkan kemudian masuk ke mesin pelletisasi daur ulang plastik untuk diproses menjadi pelet.
- Pra-pelelehan: Material masuk ke barrel, di mana panas dan putaran screw mulai proses pelelehan awal.
- Plastisasi: Material semakin meleleh dan menjadi homogen sepanjang screw ekstrusi.
- Pembentukan untaian (strand): Material cair diekstrusi menjadi untaian dan diarahkan ke tangki pendingin air.
- Pemotongan pelet: Untaian yang telah didinginkan dipotong menjadi pelet PP daur ulang dengan ukuran seragam.
- Tingkat recovery tinggi: Desain sistem yang dioptimalkan meminimalkan kehilangan material, sehingga tingkat pemulihan dapat mencapai lebih dari 95% untuk limbah kain non-woven PP.
- Kualitas pelet stabil: Proses plastisasi yang konsisten serta pemotongan untaian yang presisi menghasilkan pelet yang seragam dan terbentuk dengan baik.
- Operasi hemat energi: Ekstrusi suhu rendah mengurangi konsumsi energi serta membatasi emisi gas buang.
Pelet PP Daur Ulang dapat digunakan untuk:
- Geotekstil (material pelindung anti-korosi, kain pengendali gulma)
- Panel interior otomotif
- Lapisan sepatu untuk alas olahraga dan sepatu kasual
- Lapisan dalam tas dan tas belanja
